Sekarmaji Marijan Kartosuworyo Pemberontak Atau Pejuang?


Masih ingat dengan Sekarmaji Marijan  Kartosuworyo sebut saja (SMK)? Ia terlibat dalam beberapa organisasi pergerakan yang dibentuk oleh para pemuda Indonesia pada saat itu, seperti Jong Islamic Bond. Ia berguru pendidikan agama pada HOS Tjokroaminoto yang juga guru agama dari Soekarno, seorang tokoh pergerakan Syarikat Islam.

Nama SMK tidak muncul dalam dokumen atau buku-buku sejarang perjuangan bangsa, padahal ia juga menjadi bagian yang ikut andil dalam perumusan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai konsumen sejarah, kita lebih disuguhi oleh informasi bahwa Ia merupakan tokoh pemberontak yang berasal dari Jawa Barat. Ia adalah Imam besar Negara Islam Indonesia yang diproklamirkannya saat NKRI sedang vacuum of power. Secara geografis, Indonesia saat itu hanya Jogjakarta saja, sementara daerah lainnya termasuk ke dalam Negara persemakmuran atau Serikat.

Melihat diplomasi para pemimpin Indonesia yang lemah saat itu, Kartosuwiryo berinisiatif untuk mendirikan Negara Islam Indonesia di Tanah Pasundan karena tidak rela jika bangsanya dijajah kembali oleh colonial.  Diplomasi Indonesia tidak berhenti sampai RIS, para pemimpin terus berjuang hingga NKRI kembali ke pangkuan bangsa Indonesia. Namun sayang, NII sudah kadung berdiri. Perjuangannya pun berlanjut untuk mendirikan NII. Pada posisi inilah, SMK pada akhirnya harus tunduk pada UU yang pernah menjadi panduan hukumnya sebagai rakyat Indonesia. Karena kadung sudah memproklamirkan diri, tentu bukan perkara mudah untuk kembali ke pangkuan bumi pertiwi. Pada posisi inilah, pada akhirnya ia di cap sebagai pemberontah oleh pemerintah—gerombolan.

Ia tidak sendirian, di daerah lain. Banyak tokoh seperjuangannya yang juga kecewa dengan janji dan diplomasi ala pemimpin Indonesia saat itu, munculnya kasus PRRI, Permesta, Daud Beureuh, dan lain-lain. Mereka memiliki akar permasalahan yang sama.


Pemberontak atau Pejuang

Melihat latar belakang SMK yang pernah sama-sama memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, kemudian adanya perjalanan yang tidak mulus dari pemimpin Indonesia dalam mempertahankan NKRI, mereka memiliki rel sendiri untuk memperjuangkan nasibnya. Hingga akhirnya dituduh menjadi pemberontak. Lantas bagaimana dengan rekam jejaknya yang pernah memperjuangkan NKRI bareng-bareng dengan Soekarno? Pupus pada akhirnya. Mereka lebih dikenal sebagai gerombolan belaka, sampai kini.

Bahkan, cerita-cerita dahulu, begitu sangat mengerikan, bagaimana gerombolan DI/ TII melakukan perampokan, pemerkosaan, serta pembakaran rumah-rumah penduduk. Sehingga wilayah Jawa Barat menjadi daerah yang rawan, menakutkan karena ulah gerombol. Benarkah hal ini terjadi? Melihat sosok Kartosuwiryo yang banyak begitu mendalami agama, rasanya tidak mungkin melakukan itu. Beberapa kalangan menganggap bahwa itu rekayasa intelijen untuk membekukan gerakan DI/ TII agar masyarakat lebih pro tentara dibandingkan dengan tentara Hizbullah tersebut sehingga citranya menjadi buruk. Rekayasa tersebut berhasil. Gerombolan pun menyerah. dan sampai hari ini, DI/ TII masih menjadi momok yang menakutkan.

Pada hari Pahlawan, tepatnya tanggal 10 November 2011, bertempat di Gedung Indonesia Mengguggat, fakta baru sejarah SMK terungkap. Sebuah buku yang memuat foto-foto ekslusif SMK menjelang eksekusinya diluncurkan. Melalui tangan Fadli Zon, foto-foto yang tidak pernah muncul di media bisa kita ‘nikmati’. Pembaca mungkin akan merasa emosional, bagaimana seorang pejuang yang dianggap merongrong NKRI di tembak mati di hadapan regu penembak. Saya sendiri merasa sangat emosional saat membuka lembaran-lembaran foto tersebut.

Sebelum dieksekusi, SMK bertemu dengan keluarga, isteri dan anaknya, diperiksa kesehatannya, melakukan sholat, makan masakan padang bersama keluarga, dan tetap menghisap rokok yang disimpan di sakunya, serta diganti bajunya. Ponakan Marco Kartodikromo tersebut akhirnya meninggal di tangan regu penembak.

Pelaku sejarah sumpah pemuda tersebut akhirnya dikuburkan di Pulau Ubi  Kepulauan Seribu yang kini sudah tersapu laut, hilang. Ia sekaligus dituduh melakukan tiga kejahatan yaitu mempimpin penyerangan untuk merobohkan negara yang sah, memimpin pemberontakan ke NKRI, dan melakukan makar dan percobaan pembunuhan  terhadap Presiden Soekarno. SMK sendiri tidak mengakui tuduhan kejahatan pada point 2 dan point 3.

Melalui hari pahlawan, sebagai konsumen sejarah, mudah-mudahan kita bisa membedakan secara kritis bagaimana citra para pejuang yang pada akhirnya melakukan pemberontakan tersebut karena diplomasi pemimpin saat itu yang tidak sesuai dengan jalan mereka.

Dokumentasi Menggetarkan Tentang Ir.Soekarno/ Bung Karno!

Bung Karno adalah sosok kuat yang menanamkan nasionalisme kepada seluruh rakyat Indonesia. Tanpa beliau, kita mungkin tak ada apa-apanya sekarang. Indonesia boleh jadi masih dikuasai negara lain jika sang proklamator tak bergerak dengan cepat.
Itulah mengapa saat kita melihat foto beliau selalu timbul sebuah harapan. Selalu timbul tenaga untuk terus menjaga NKRI yang terus diguncang masalah. Foto dan dokumentasi Bung Karno ini akan membuat kita bergetar dan semakin mencintai Indonesia. Tanpa syarat apa pun!

1. Foto Bung Karno Berpelukan dengan Jendral Besar Soedirman

Hubungan antara Bung Karno dan Pak Soedirman sangatlah dekat. Mereka bukan hanya atasan dan bawahan saja. Tapi seperti magnet yang selalu lengket ke mana-mana. Bung Karno menganggap Pak Soedirman seperti saudaranya sendiri pun ia juga butuh perlindungan dari Jendral Besar yang dimiliki oleh Indonesia ini.

Bung Karno dan Pak Soedirman [image source]
Bung Karno dan Pak Soedirman [image source]
Begitu pula dengan Pak Soedirman. Baginya, Bung Karno adalah sesuatu berharga yang harus dilindungi. Atau ia menganggap Bung Karno adalah nyawa dari Indonesia. Itulah mengapa ia mati-matian membela Bung Karno hingga akhir hayat menjemputnya. Coba perhatikan foto di atas, bertapa keduanya tak bisa dilepaskan.
Suatu ketika Pak Soedirman pernah mengajak Bung Karno bergerilya agar tak bisa ditangkap musuh. Bahkan keduanya sampai beradu mulut. Pak Soedirman akhirnya menyerah dan memilih menghormati atasannya. Hal ini memperlihatkan betapa Bung Karno sangat dihormati oleh siapa saja. Tak terkecuali jendral hebat seperti Pak Soedirman. Keduanya sudah seperti dua sisi mata uang yang melekat erat tak bisa dipisahkan.

2. Foto Bung Karno dan Nelayan yang Mencium Kakinya

Saat masih menjabat menjadi Presiden Indonesia, Bung Karno pernah bertemu seorang nelayan yang sangat mengidolakannya. Ia berjalan jauh-jauh dari kampung selama 20 hari lebih untuk bertemu dengan sang presiden. Saat sampai dan melihat beliau, tumpah sudah kebahagiaan nelayan itu.

Foto Bung Karno dan Nelayan yang Mencium Kakinya [image source]
Foto Bung Karno dan Nelayan yang Mencium Kakinya [image source]
Ia ambruk dan segara mencium kaki Bung Karno sebagai ucapan rasa syukur. Akhirnya ia bisa melihat presiden yang selama ini memimpin negaranya. Sebelum berangkat menemui Bung Karno, nelayan ini pernah berjanji, sebelum mati ia harus bertemu sang presiden kebanggaannya. Ia sangat berterima kasih karena Indonesia telah dibawa ke era yang lebih baik. Foto ini sempat disembunyikan saat rezim orde baru dan baru keluar baru-baru ini saja.

3. Foto Bung Karno Menangis di Depan Pusara Ahmad Yani

Ahmad Yani adalah salah satu Jendral hebat yang pernah dimiliki Indonesia. Bahkan Bung Karno sendiri mengakui kehebatan Ahmad Yani dan mengangkatnya menjadi Panglima Angkatan Darat. Namun sayang ia ditemukan meninggal dunia karena dibunuh oleh anggota PKI.

Foto Bung Karno Menangis di Depan Pusara Ahmad Yani [image source]
Foto Bung Karno Menangis di Depan Pusara Ahmad Yani [image source]
Saat mengunjungi pusara Ahmad Yani, Bung Karno sempat menangis. Momen itu tak bisa dilupakan oleh siapa saja. Menangisnya sang proklamator adalah sebuah bukti dari perjuangan sang jendral. Momen ini harusnya mengajarkan kita tentang arti berjuang meski nyawa adalah taruhannya.

4. Dokumentasi Bung Karno saat Dielu-elukan Dunia

Menutup daftar ini, coba Anda saksikan video berdurasi kurang dari 4 menit ini dengan pikiran yang jernih. Coba perhatikan seperti apa pesona presiden kita yang telah tiada sejak lama itu. Adakah yang bisa mengalahkan?

Jawabannya adalah tidak. Dari video di atas, Anda akan merasakan betapa Bung Karno adalah sosok yang berpengaruh dan disegani. Sosok yang kuat dan mampu menggerakkan banyak sekali orang. Di Amerika saja ia begitu dielu-elukan. Di Rusia ia disambut bak raja. Jadi tak berlebihan jika kita juga melakukan hal yang sama.
Itu tadi beberapa foto dan dokumentasi dari Bung Karno yang akan membuat rasa nasionalisme kita meningkat tajam! Mari berjuang untuk Indonesia agar lebih baik. Tak perlu banyak ngomong di social media. Cukup lakukan perjuangan sesuai kemampuan kita masing-masing. Merdeka!

Label

×
Chat